Majelis Al Anwar

Berdakwah dari hati ke hati

Menapaki jalan dakwah bukanlah perkara gampang. Ketika seseorang memilih melangkahkan kakinya di jalan Allah, itu adalah pilihan terbaik. Dan harus dilandasi dengan niat dan tekad yang kuat, semata-mata untuk meraih ridha Allah.

Hal itu dirasakan benar oleh Alhabib Muhammad Syahab ketika harus memutuskan total berada di jalan dakwah setelah dia menyelesaikan pendidikannya di Hadramaut, Yaman. Kini dengan Majelis Taklim dan Tadzkir Al-Anwar yang diasuhnya, perjuangan dakwah yang sesungguhnya mulai diretasnya.

MT Al-Anwar, yang bermarkas di Jln. Eretan II Condet Jakarta Timur, melakukan pengajian rutin setiap Rabu malam Kamis dari jam 8.00 sampai selesai,dan Majelis-majelis lain nya yang ada disekitar kota jakarta ini.

Alhabib Muhammad SyahabBeberapa waktu yang lalu, MT Al-Anwar mengadakan acara Maulid dan taklim yang dilanjutkan dengan ziarah ke Masjid Kwitang, Masjid Luar Batang, dan Masjid Kampung Bandan.

Menurut pengasuhnya, Alhabib Muhammad Syahab, pembacaan Maulid rutin dilakukan pada Kamis malam. Tujuannya, memperoleh fadhilah dari bacaan tersebut, disamping menjaga kesejukan suasana hati jamaah setelah sebulan mengaji berbagai kitab utamanya, fiqih.

“Ini semacam rihlah (refreshing) agar semangat jamaah tetap terjaga. Jadi kita konvoi melakukan ziarah, tapi tetap menunjukkan akhlaq yang baik selama di jalan raya,” tutur habib muda ini, yang baru pulang dari Tarim, Hadramaut, tahun 2004.

Kelemahan selama ini adalah kurangnya usaha yang kuat untuk belajar agama. Nah, disini perlu strategi khusus agar mereka punya semangat belajar. “Kita rengkuh hatinya dengan cara lemah lembut. Tapi untuk hal yang bersifat syara’ harus tegas, disampaikan agar nanti tidak ada penyimpangan,” katanya.

MEMAHAMI KONDISI

Alhabib Muhammad Syahab“Berdakwah itu memang perlu memahami kondisi di lapangan, agar nanti apa yang disampaikan efektif. Kita ikut apa kata mereka, masuk kedalam lingkup mereka, lalu ditanamkan perasaan kecintaan kepada ilmu dan guru. Baru nanti kita bisa menyampaikan dakwah.”

Menurutnya akhlaq itu sangat berperan dalam dakwah, jangan sampai masyarakat antipati karena pendekatan dan akhlaq tidak tepat. “Seorang pendakwah itu harus rendah hati, penuh perhatian, memberikan teladan yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah,” ujar habib Muda ini.

“Insya Allah saat saya menjalankan dakwah ini semata-mata karena Allah. Titik berat yang saya berikan adalah ilmu fiqih. Tapi nanti juga ditambahkan dengan taSAWuf, tauhid, dan yang lainnya sesuai kebutuhan. Kita memberikan pemahaman agar pendengar yakin bahwa hal itu harus dilakkukannya dalam kehidupan.”

MT Al-Anwar membina umat dan berdakwah dengan pendekatan dari hati ke hati. “Kenapa dalam Al-Qur’an banyak cerita tentang Nabi dan Rasul serta ambiya’ terdahulu? Gunanya agar umat sekarang mengambil pelajaran. Cobaan dakwah di zaman sekarang juga tak kalah berat. Oleh karena itu, seorang pendakwah harus berjuang dengan gigih, ulet, sabar, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah.”

Menurut Alhabib Muhammad Syahab, saat ini banyak orang yang beragama tapi hati mereka lalai. Mereka shalat, tapi hatinya tidak untuk Allah. “Dengan kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, saya berusaha untuk meraih hati umat agar mereka fokus kalau berhubungan dengan Allah,” ujarnya.

Dzikir dan kajian menjadi menu utama yang diberikan dalam aktivitas dakwah habib muda ini. Semoga Allah meridhai.

Leave a Reply